Senin, 30 Mei 2016

Apa itu Gateway?

Gateway merupakan gerbang yang digunakan oleh suatu jaringan untuk mengakses jaringan lainnya, sehingga antar perangkat jaringan dapat saling berkomunikasi meskpun protokol yang digunakan tidak sama. Karena salah satu fungsi utama dari Gateway adalah sebagai Protocol Converting yaitu bagaimana dua arsitektur jaringan yang berbeda tetap saling bisa berkomunikasi.
Gateway dapat berupa IP Address atau didefinisikan ke Port Ethernet yang sudah kita setting IP Addressnya. IP Address Gateway harus merupakan IP Address yang subnetnya sama dengan salah satu IP Address yang connect directly atau terpasang pada router. Sebagai Contoh, IP Address Laptop A 192.168.1.2 dengan Subnet 255.255.255.0 maka Gateway yang disetting di Laptopnya adalah IP 192.168.1.1 pada Router A. Pada Laptop B IP Addressnya 192.168.2.2/24, maka IP Gateway nya adalah 192.168.2.1 yang terdapat pada Router B.

Apa itu DHCP?

DHCP adalah singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol yang memudahkan dalam mengalokasikan alamat IP dalam satu jaringan secara dinamik. Bukan saja IP address namun DHCP juga dapat digunakan untuk parameter lainnya seperti default gateway dan DNS server.
DHCP Server & DHCP Client
DHCP Server bertugas memberikan IP Address kepada client dengan mengalokasi beberapa range IP yang disebut dengan Pool (misal 192.168.1.2 – 192.168.1.254) dengan subnet 255.255.255.0, default gateway 192.168.1.1 dan DNS server 8.8.8.8. Maka jika ada Client A yang pada network adapternya disetting sebagai DHCP Client, otomatis akan mendapatkan IP 192.168.1.2, subnet 255.255.255.0 dengan default gateway 192.168.1.1 dan DNS 8.8.8.8. Berikutnya apabila ada host baru yang terhubung yaitu misal Client B yang pada network adapternya juga disetting sebagai DHCP Client, maka otomatis akan mendapatkan IP Address 192.168.1.3,  subnet 255.255.255.0 dengan default gateway 192.168.1.1 dan DNS 8.8.8.8. Begitu seterusnya hingga IP terakhir yang bisa digunakan yaitu 192.168.1.254.
Leases Time
Dalam IP DHCP ada istilah waktu sewa, maksudnya adalah berapa lama suatu Host akan mendapatkan IP DHCP yang sama dengan sebelumnya apabila kembali terhubung di jaringan tersebut. Biasanya untuk mencegah habisnya IP yang subnetnya sedikit, maka waktu sewa akan diberikan paling lama 1 hari, di mana user dapat terhubung ke jaringan tersebut meski IP Pool sudah penuh sampai 192.168.1.254. Karena IP Pool yang 192.168.1.2 sudah diberikan waktu sewa untuk host Client A. DHCP server mengingat MAC Address dari sebuah host dan mencatatnya di media penyimpanan. Apabila waktu sewa habis, maka MAC akan terhapus dan IP tersebut dapat digunakan kembali oleh host baru lainnya.
Dalam proses penyewaan IP ini, ada beberapa proses yang dilewati oleh Client, yaitu :
  • DHCPDISCOVER : DHCP client menyebarkan broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
  • DHCPOFFER : DHCP Server mendengar  broadcast dari DHCP Client, kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
  • DHCPREQUEST : Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP tersebut dalam jangka waktu tertentu.
  • DHCPACK : DHCP server merespons permintaan Client dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, IP tersebut ditetapkan sebagai sebuah alamat IP tetap host tersebut sampai waktu sewanya habis.

Apa itu VoIP?

Pengertian VoIP
VoIP (Voice over Internet Protocol) merupakan protokol untuk komunikasi data suara (voice) yang dikirimkan melalui jaringan dengan memanfaatkan internet protocol (IP). Dengan adanya VoIP, kita dapat mengubah perangkat PC atau Laptop kita sebagai alat untuk melakukan komunikasi panggilan atau menerima panggilan layaknya fungsi sebuah telepon. Syaratnya adalah koneksi jaringan internet dan perangkat harus support penggunaan microphone dan speaker.
Meskipun menggunakan IP Address, jangan sampai kita salah paham bahwa bukanlah IP Address yang digunakan sebagai identitas nomor telepon yang akan dihubungi melainkan sebuah username berupa nomor, bahkan bisa dengan nomor Telepon seperti Telepon PSTN atau yang dikenal sebagai nomor telepon kantor atau nomor telepon rumah sebagai contoh : 021 4970 8888. Jika kita sebuah Provider Telekomunikasi yang memiliki lisensi untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi, kita dapat menggunakan VoIP sebagai media untuk menggantikan sistem analog yang saat ini sudah ketinggalan zaman dan tentunya penggunaan VoIP akan menghemat biaya perluasan dan operasional perusahaan tersebut.
Bedanya dengan PSTN apa?
PSTN pada sistemnya menggunakan sirkuit switching yaitu data dikirimkan melalui satu saluran yang terhubung ke operator, perangkat pelanggan yang digunakan masih berupa telepon analog yang meskipun listrik di rumah padam, pelanggan masih bisa menggunakan telepon tersebut. Sedangkan VoIP pada sistemnya menggunakan jaringan Paket Data alias internet, atau pada jaringan local yang saling terhubung, dimana paket suara akan dikirimkan menjadi beberapa paket data secara terpisah dan akan disatukan kembali saat tiba ditujuan. Perangkat yang digunakan untuk VoIP yaitu IP Phone atau jika menggunakan aplikasi dapat menggunakan SIP Phone Application seperti X-Lite dan masih banyak lagi. Pengaturan perangkat yang sangat penting dalam sebuah IP Phone adalah IP Address Server VoIP yang digunakan dan Username serta Password.
PSTN membutuhkan akses jaringan sebesar 64 Kbps sehingga suara yang dihasilkan jelas (clear). Sedangkan VoIP dapat disetting untuk yang clear hingga yang cheap sebesar 8 Kbps yang akan berpengaruh terhadap kualitas suara yang dihasilkan karena hasil kompresi tersebut. Itulah mengapa untuk panggilan internasional dari Indonesia ke Amerika misalnya, lebih banyak yang meggunakan jalur VoIP dibandingkan dengan SLI karena biaya panggilan VoIP lebih murah meskipun dengan kualitas suara yang sudah dikompres.
Komponen VoIP
  • Call Processing Server
  • Media Gateway (Gatekeeper)
  • IP Network
  • User-End Device
Server VoIP
Ada banyak aplikasi yang dapat digunakan sebagai server untuk VoIP, namun yang pernah jadi pengalaman Penulis adalah menggunakan aplikasi Asterisk. Aplikasi ini dapat diinstall pada sistem operasi berbasis Linux. IP Server Linux yang telah terinstall Asterisk tersebut lah yang akan menjadi IP Address Server VoIP. Pada server Asterisk, akan dibuatkan akun untuk dapat digunakan di IP Phone atau Aplikasi SIP Phone. Username biasanya dibuatkan nomor yang akan digunakan, dan password untuk username tersebut.
Protocol VoIP
VoIP mengimplementasikan standar protokol terbuka. Contoh protokol yang digunakan untuk VoIP meliputi:
  • H.323
  • Media Gateway Control Protocol (MGCP)
  • Session Initiation Protocol (SIP)
  • Real-time Transport Protocol (RTP)
  • Session Description Protocol (SDP)
  • Inter-Asterisk eXchange (IAX)
SIP
SIP (Session Inititation Protocol) merupakan protokol standar open yang dipublikasikan IETF, RFC 2543 dan 3261. SIP digunakan untuk inisialisasi, modifikasi dan terminasi komunikasi VoIP. Dengan SIP, perangkat VoIP bukan saja dapat digunakan untuk suara tapi juga dapat digunakan utuk text dan video call. Standar yang digunakan agar VoIP dapat saling berkomunikasi adalah H.323 yang terdiri dari komponen protokol dan prosedur yang menyediakan komunikasi multimedia berbasis paket jaringan.
Audio Codec
Audio codec merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk compress atau decompress file audio digital yang dimainkan pada perangkat media player dan atau perangkat telekomunikasi. Standard Audio Codec yang banyak digunakan di jaringan komputer adalah :
  • GIPS – 13.3 Kbps & lebih tinggi
  • GSM – 13 Kbps (full rate), 20ms frame size
  • iLBC – 15Kbps, 20ms frame size: 13.3 Kbps, 30ms frame size
  • ITU G.711 – 64 Kbps, sample-based juga di kenal sebagai alaw/ulaw
  • ITU G.722 – 48/56/64 Kbps
  • ITU G.723.1 – 5.3/6.3 Kbps, 30ms frame size
  • ITU G.726 – 16/24/32/40 Kbps
  • ITU G.728 – 16 Kbps
  • ITU G.729 – 8 Kbps, 10ms frame size
  • Speex – 2.15 to 44.2 Kbps
  • LPC10 – 2.5 Kbps
  • DoD CELP – 4.8 Kbps
Codec suara yang sering digunakan adalah G.729 dan GSM, sedangkan pada VoIP pada jaringan LAN menggunakan G.711 yang kualitas suaranya cukup bagus.
Pengertian ITKP
ITKP (Internet Teleponi untuk Keperluan Publik) merupakan penggunaan VoIP untuk keperluan publik, yang mana untuk Provider yang ingin menyelenggarakan jasa telekomunikasi VoIP harus lah memiliki Izin penyelenggaraan jasa ITKP tersebut. Izin penyelenggaraan ITKP dibagi menjadi izin prinsip dan izin tetap, semua pengurusan izin haruslah melalui lembaga yang berwenang yaitu Kementrian Telekomunikasi dan Informatika (KOMINFO) Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika sebagaimana Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 7 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 01/PER/M.KOMINFO/01/2010 tentang Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi. Izin ITKP akan dikeluarkan oleh Dirjen PPI jika sistem ITKP Provider tersebut lulus Uji Laik Operasi (ULO).
Dengan adanya Izin Penyelenggaraan ITKP maka Provider memiliki tanggungjawab dalam mengembangkan jaringan nya sesuai dengan yang tertera dalam lampiran keputusan Dirjen PPI dan jika tidak dijalankan akan dikenakan sangsi denda atau dicabut izinnya.
Mengguanakan VoIP untuk telepon gratis, bisa?
Tentu saja bisa, sebagai contoh : WhatsApp, Line, BBM sudah bisa digunakan untuk telepon gratis kan? Hanya saja paket data nya tidak gratis, kecuali pakai Wi-fi gratisan. Aplikasi ini juga menggunakan VoIP yang biasa disebut OTT atau Over The Top. Mereka sebenarnya merugikan operator telekomunikasi karena menumpang di jaringan internet milik provider yang mereka tumpangi tersebut yang juga menjual service telephony dan sms. Pada layanan OTT banyak yang memberikan layanan telepon gratis dan chatting gratis. Namun, bagi operator atau provider penyelenggara jasa internet akan mengambil keuntungan dari pemakaian paket data yang dihabiskan pelanggan dari penggunaan aplikasi tersebut.

Apa itu Firewall?

Pengertian Firewall
Firewall adalah sistem keamanan jaringan komputer yang dapat digunakan untuk melindungi jaringan komputer dari akses tertentu. Dengan Firewall, hanya paket yang memiliki otorisasi saja yang dapat melewati lalu lintas pada jaringan komputer tersebut.
Firewal dapat melakukan pencegahan terhadap jaringan yang dianggap tidak aman ataupun melindungi serangan dari luar. Firewall juga dapat digunakan sebagai Filtering (menyaring lalu lintas jaringan antar jaringan) untuk keperluan tertentu. Firewall pada router dan server dapat diatur sedemikian rupa dan ada juga yang memanfaatkan Proxy Server yaitu server khusus yang menangani tentang firewall, jika di linux yang paling sering digunakan adalah Squid.
Meskipun memiliki fungsi yang hampir sama, ada perbedaan mendasar antara firewall dan proxy server. Firewall tujuan utamanya adalah untuk mencegah paket yang tidak memiliki wewenang untuk membangun koneksi dan mendapatkan akses ke jaringan tertentu. Sebaliknya, proxy server tujuan utamanya adalah untuk bertindak sebagai relay untuk memfasilitasi hubungan antara dua titik. Sehingga proxy server juga dapat berfungsi sebagai firewall jika diatur sedemikian rupa. Proxy server memeriksa paket yang dikirim dan diterima, lalu memblokir atau membolehkan paket tergantung pada aturan yang telah ditetapkan. Sama saja bukan?
Fungsi Firewall
Terkait fungsi, firewall dapat melakukan cek poin antara jaringan lokal dan jaringan publik, baik lalu lintas keluar masuk yang diperbolehkan dan yang tidak diinginkan biasanya diblokir. Sama halnya dengan fungsi proxy server di konfigurasi tersebut. Tapi, juga tidak jarang proxy server yang memiliki internet di kedua sisi. Ini disebut open proxy.



Lau baiknya kita menggunakan yang mana? Firewall atau Proxy Server? Kembali lagi dengan kebutuhan, apabila sudah dapat ditangani oleh Firewall kenapa harus membuang biaya untuk membeli proxy server. Toh dari segi fungsi sama saja. Di Laptop juga terdapat Firewall yang kalo aktif, jika anda melakukan koneksi antar laptop dalam sebuah jaringan kemungkinan besar tidak dapat saling PING. Itulah mengapa rekan anda sering mengucapkan, “matikan dulu firewallnya”. Tetapi tentu saja kehadiran firewall di Laptop bukan sebagai pengganggu tetapi mencoba untuk mengamankan laptop anda dari si tukang usil yang mengakses dari jaringan luar ke laptop anda yang kerjanya suka menguntit atau mencuri informasi rahasia seperti password dan data pribadi lainnya.
Kriteria Firewall
Untuk dapat menggunakan firewall, ada beberapa informasi yang harus diketahui diantaranya :
  • Alamat IP sumber
  • Alamat IP tujuan
  • Protocol dan port dari IP sumber
  • Protocol dan port dari IP tujuan
  • Informasi dari header packet

Apa itu Router?

Router  merupakan  perangkat  keras networking yang  bekerja  pada  Layer  3 OSI  yaitu pada Network Layer. Layer 3 sudah mengenal pengalamatan  jaringan  menggunakan  IP  Address dan  router  berperan  penting sebagai penghubung / penerus  paket  data  pada segmen  jaringan  yang berbeda atau subnetnya berbeda. Secara ringannya Router berfungsi sebagai routing, yang memungkinan network beda subnet dapat saling berkomunikasi.


Routing
Routing merupakan proses pemilihan jalur untuk meneruskan paket dari suatu jaringan menuju jaringan yang lain. Rotuing juga dapat diartikan metode penggabungan beberapa jaringan sehingga dapat saling berkomunikasi. Contoh : Pada Host A disetting IP 192.168.1.2/24 dan Host B disetting IP 192.168.2.2/24 keduanya terhubung dengan kabel jaringan straight/cross. Keduanya tidak akan bisa melakukan PING karena berbeda segmen subnetnya yaitu untuk 192.168.1.2 memiliki network ID 192.168.1.0 sedangkan untuk 192.168.2.2 memiliki network ID 192.168.2.0. Agar keduanya dapat melakukan komunikasi baik PING atau transfer data, maka digunakanlah router.
Jenis Routing
Secara umum routing dibagi 2 yaitu static routing dan dynamic routing. Mungkinkah menggunakan static route dan dynamic route secara bersamaan? Jawabannya mungkin saja.
Static Routing
Informasi routing dibuat secara manual oleh user untuk mengatur trafik yang akan disalurkan. Salah satu contoh static route adalah default route yaitu 0.0.0.0/0.
Dynamic Routing
Informasi routing ditambahkan secara otomatis oleh sistem routing yang biasa digunakan untuk menghubungkan perangkat router berbeda dan tidak mungkin melakukan static routing secara manual. Contoh Dynamic Route adalah RIP, OSPF dan BGP.