DHCP adalah singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol yang memudahkan dalam mengalokasikan alamat IP dalam satu jaringan secara dinamik. Bukan saja IP address namun DHCP juga dapat digunakan untuk parameter lainnya seperti default gateway dan DNS server.
DHCP Server & DHCP Client
DHCP Server bertugas memberikan IP Address kepada client dengan mengalokasi beberapa range IP yang disebut dengan Pool (misal 192.168.1.2 – 192.168.1.254) dengan subnet 255.255.255.0, default gateway 192.168.1.1 dan DNS server 8.8.8.8. Maka jika ada Client A yang pada network adapternya disetting sebagai DHCP Client, otomatis akan mendapatkan IP 192.168.1.2, subnet 255.255.255.0 dengan default gateway 192.168.1.1 dan DNS 8.8.8.8. Berikutnya apabila ada host baru yang terhubung yaitu misal Client B yang pada network adapternya juga disetting sebagai DHCP Client, maka otomatis akan mendapatkan IP Address 192.168.1.3, subnet 255.255.255.0 dengan default gateway 192.168.1.1 dan DNS 8.8.8.8. Begitu seterusnya hingga IP terakhir yang bisa digunakan yaitu 192.168.1.254.
Leases Time
Dalam IP DHCP ada istilah waktu sewa, maksudnya adalah berapa lama suatu Host akan mendapatkan IP DHCP yang sama dengan sebelumnya apabila kembali terhubung di jaringan tersebut. Biasanya untuk mencegah habisnya IP yang subnetnya sedikit, maka waktu sewa akan diberikan paling lama 1 hari, di mana user dapat terhubung ke jaringan tersebut meski IP Pool sudah penuh sampai 192.168.1.254. Karena IP Pool yang 192.168.1.2 sudah diberikan waktu sewa untuk host Client A. DHCP server mengingat MAC Address dari sebuah host dan mencatatnya di media penyimpanan. Apabila waktu sewa habis, maka MAC akan terhapus dan IP tersebut dapat digunakan kembali oleh host baru lainnya.
Dalam proses penyewaan IP ini, ada beberapa proses yang dilewati oleh Client, yaitu :
- DHCPDISCOVER : DHCP client menyebarkan broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
- DHCPOFFER : DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
- DHCPREQUEST : Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP tersebut dalam jangka waktu tertentu.
- DHCPACK : DHCP server merespons permintaan Client dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, IP tersebut ditetapkan sebagai sebuah alamat IP tetap host tersebut sampai waktu sewanya habis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar